Pada bulan Agustus 2023, Minnesota Urolith Center, pusat penelitian batu kencing (urolith) milik University of Minnesota merilis berita mengenai temuan batu misterius. Selama bulan Januari hingga April 2023, mereka mendapatkan kiriman 3 sampel batu yang jenisnya tidak diketahui, tetapi komposisinya sama persis. Batu tersebut tersusun atas unsur dominan karbon, nitrogen, dan oksigen, berbeda dengan unsur penyusun batu kencing kucing yang paling sering ditemui, yaitu magnesium dan fosfor pada struvite, serta kalsium pada kalsium oksalat. Ternyata, ketiga kucing sumber sampel batu tersebut memiliki riwayat yang sama: sama-sama penderita feline infectious peritonitis (FIP) dan sama-sama diobati dengan remdesivir atau GS-441524 (metabolit remdesivir). Batu tersebut kemudian diuji spektroskopi dan dibandingkan dengan hasil spektroskopi GS-441524. Hasilnya cocok, atau dengan kata lain, batu tersebut memang tersusun atas GS-441524.

Pada akhir November, temuan menarik ini diterbitkan sebagai laporan kasus di Journal of Veterinary Internal Medicine (JVIM). Terdapat beberapa poin penting dari kedua kasus yang ditulis dalam artikel tersebut.
Sediaan GS-441524 yang digunakan tidak didapat melalui jalur legal, tetapi dari grup Facebook. Dalam salah satu kasus, obat tersebut didapat dalam vial tanpa label dan dosis yang digunakan tidak diketahui. GS-441524 sudah ada sejak lama, tetapi tidak dipasarkan secara komersial, sehingga seringkali diperoleh dari pasar gelap untuk pengobatan FIP. Tentu saja praktik ini berisiko karena tidak ada yang menjamin kualitas dan keamanan obat pasar gelap. Baru sejak pandemi COVID-19, remdesivir yang legal mulai tersedia di pasar dan dapat digunakan untuk pengobatan manusia (maupun kucing).
Mulligan dan Browning (2023) melakukan analisis terhadap 17 sampel GS-441524 yang tidak berlisensi. Saat ini hasil penelitian mereka masih berbentuk preprint di ChemRxiv. Sebanyak 13 dari 17 merk yang diuji mengandung konsentrasi GS-441524 yang tidak berbeda jauh (variasi kurang dari 10%) dari yang tertera di label, tetapi ada 3 merk yang konsentrasinya lebih tinggi lebih dari 10% dari konsentrasi di label. Penggunaan merk-merk ini dapat memperbesar risiko efek samping obat. Selain itu, ada 1 merk yang konsentrasinya hanya sekitar 50% yang diklaim. Temuan ini didukung juga testimoni beberapa penggunanya, bahwa merk obat tersebut tidak seefektif merk lainnya.
Setiap obat memiliki efek samping dan bahkan dapat menjadi racun, tetapi semakin tinggi dosisnya, semakin besar risiko efek samping obat tersebut.Kedua kucing dalam kedua kasus menderita FIP neurologis, yaitu FIP dengan manifestasi gejala saraf (lumpuh, tremor, kejang). FIP neurologis lebih sulit diobati daripada FIP kering atau basah biasa, karena sulitnya obat untuk mencapai otak. Karena itu, dosis GS-441524 yang digunakan untuk FIP neurologis lebih tinggi (sekitar 2 kali lipat) dari FIP biasa. Wajar apabila kemunculan batu kencing ini lebih sering terjadi pada kucing dengan FIP neurologis dibandingkan kucing dengan FIP jenis lainnya.
Namun, kemunculan batu ini sebenarnya jauh dari kata “sering”, sekalipun pada kucing dengan FIP neurologis yang diobati dengan dosis tinggi. Tidak ada data pasti berapa banyak kucing yang sudah pernah diobati dengan GS-441524, tetapi kita bisa yakin jumlahnya mencapai puluhan ribu, kalau tidak lebih. Saat ini, anggota grup Facebook FIP Warriors 5.0 mencapai 55,9 ribu orang. Grup FIP Warriors original sudah ada sejak 2019. Grup Facebook ini tentu tidak representatif terhadap populasi kucing FIP (atau pemiliknya) di seluruh dunia, tapi bisa jadi setitik gambaran. Dari sekian banyak kucing yang diobati sejak 2019 sampai 2023, baru ada 3 laporan mengenai batu kencing GS-441524 — proporsi yang sangat kecil. Perlu diakui bahwa angka sebenarnya sangat mungkin jauh lebih besar. Tidak semua kucing yang mengalami pembentukan batu kencing GS-441524 mengalami gejala klinis yang bermakna. Tidak semua kucing terdiagnosis dengan benar bahwa ada batu di saluran kemihnya. Sekalipun kucing berhasil terdiagnosis, tidak semua dokter akan terpikir menghubungkan keberadaan batu dengan obat GS-441524 (karena memang belum ada presedennya) atau mengirimkan sampel batu untuk dianalisis (karena faktor biaya dan ketersediaan alat).

Sedikit mengenai kejadian terbentuknya batu dan karakteristik batu kencing ini: Obat remdesivir dan GS-441524 sukar larut dalam air. Saya pernah mencoba melarutkan remdesivir dengan air. Memang susah, jauh lebih susah dari obat serbuk lain yang perlu dilarutkan dengan air. Perlu beberapa cara agar obat ini bisa larut, seperti mengatur pHnya agar rendah (asam) dan menggunakan pelarut organik (beda dengan air). Di tubuh kucing, remdesivir akan mengalami metabolisme ke dalam bentuk aktif, yang salah satunya adalah GS-441524, bentuk yang paling banyak ditemukan dalam darah kucing. Pada akhirnya, GS-441524 (dan sebagian kecil remdesivir) akan dibuang melalui ginjal dalam urin. Kondisi urin yang sebagian besar adalah air dan pHnya tidak terlalu asam akan memicu GS-441524 mengendap dan menjadi batu.

Batu tersebut bisa mulai terbentuk dari organ pertama dalam saluran kemih, yaitu ginjal. Jika batu tersebut tertahan dan menyumbat ginjal atau ureter, ginjal dapat membesar dan mengalami kerusakan sementara hingga permanen karena urin tidak bisa keluar. Kondisi ini — hidronefrosis — sudah dilaporkan dalam kasus urolith GS-441524. Jika batu tersebut cukup kecil, batu bisa lolos hingga ke kantung kemih. Permukaan tajamnya bisa melukai dan mengikis dinding kantung kemih, menyebabkan peradangan dan pendarahan. Batu juga bisa masuk hingga ke saluran akhir — urethra — dan menyebabkan sumbatan lagi sehingga kucing susah sampai tidak bisa kencing.
Berita ini sama sekali tidak berarti GS-441524 atau remdesivir adalah obat yang berbahaya dan tidak boleh digunakan. Semua obat atau bahan aktif memiliki efek samping, dan kebetulan sampai saat ini, GS-441524/remdesivir adalah satu-satunya obat yang dapat melawan FIP dan relatif mudah didapatkan. Temuan mengenai efek samping ini membantu melengkapi kepingan pengetahuan kita mengenai properti obat GS-441524. Harapannya, tentu pengetahuan tersebut membantu pengembangan obat ini dan aplikasinya, terkait formulasi yang efektif dan aman dan hal-hal penting terkait monitoring selama masa pengobatan. Temuan ini juga menekankan kembali pentingnya menggunakan obat yang didapat secara legal, yang dapat dipertanggungjawabkan kandungan, properti, dan profil keamanannya.
Terkait temuan ini, tidak ada salahnya memperbanyak konsumsi air dan memperbanyak pemberian wet food ke kucing yang sedang menjalani pengobatan FIP. Semakin encer urin, semakin kecil kemungkinan terbentuknya batu. Selain itu, penting untuk melakukan monitoring kondisi kucing selama jangka pengobatan, biasanya dengan pemeriksaan kimia darah. Selain untuk memantau respon kucing terhadap pengobatan, pemeriksaan kimia darah juga dapat membantu monitoring efek samping, spesifiknya dalam hal ini terkait fungsi ginjal.
Referensi
Allinder M, Tynan B, Martin C, et al. Uroliths composed of antiviral compound GS-441524 in 2 cats undergoing treatment for feline infectious peritonitis. J Vet Intern Med. 2023;(November):1-5. doi:10.1111/jvim.16954
Amirian ES, Levy JK. Current knowledge about the antivirals remdesivir (GS-5734) and GS-441524 as therapeutic options for coronaviruses. One Heal. 2020;9(March):100128. doi:10.1016/j.onehlt.2020.100128
Mulligan AJ, Browning ME. Are unlicensed feline coronavirus antiviral compounds GS-441524 and GC376 what they claim to be? A qualitative and quantitative analysis supplemental information. ChemRxiv.
Rasmussen HB, Thomsen R, Hansen PR. Nucleoside analog GS-441524: pharmacokinetics in different species, safety, and potential effectiveness against Covid-19. Pharmacol Res Perspect. 2022;10(2):1-10. doi:10.1002/prp2.945
