Diet ketogenik mungkin sudah tidak asing di telinga banyak orang. Walaupun saat ini banyak indikasi kesehatan, termasuk diabetes dan kanker, untuk diet keto, diet ini pada awalnya muncul sebagai satu solusi untuk manusia dengan epilepsi atau penyakit kejang, termasuk yang tidak merespon terapi obat. Otak manusia maupun hewan dapat menggunakan glukosa atau badan keton, hasil metabolisme asam lemak, sebagai sumber energi. Pada anjing dan kucing yang menua, metabolisme glukosa dan fungsi mitokondria mengalami penurunan. Kekurangan glukosa sebagai sumber energi menyebabkan kerusakan otak dan berkurangnya kemampuan kognitif. Ini yang menyebabkan anjing dan kucing tua sering mengalami perubahan perilaku, seperti buang air sembarangan, lebih awas dengan orang baru, lebih lamban, dan sebagainya.

Pada manusia, diet keto dirancang mengandung karbohidrat rendah dan tinggi lemak dengan tujuan meningkatkan kadar badan keton dalam darah. Ketika terjadi kekurangan glukosa dan metabolisme lemak terjadi secara besar-besaran, hati akan terpicu untuk menghasilkan badan keton dalam jumlah besar. Badan keton dapat menembus sawar antara aliran darah dengan otak untuk menjadi makanan bagi sel-sel saraf di otak. Tidak seperti glukosa, metabolisme keton tidak dipengaruhi oleh penuaan pada anjing dan kucing. Selain otak, beberapa organ yang sensitif terhadap kekurangan glukosa, seperti ginjal dan jantung, juga bisa mendapat energi dari badan keton.

Diet keto mengharuskan menghilangkan sumber energi utama dari diet hingga terjadi ketosis, ditandai keberadaan badan keton dalam urin. Satu hal yang penting diingat, bahwa kebutuhan nutrisi anjing dan kucing berbeda dengan manusia. Tidak seperti manusia yang menggunakan karbohidrat sebagai sumber energi utama, anjing dan kucing menggunakan lemak dan protein. Hal ini mungkin membedakan konsep ketosis pada anjing kucing dan manusia.

Diet keto dapat dibedakan menjadi 2 jenis tergantung jenis lemak dominannya, yaitu diet keto dengan trigliserida rantai panjang (long chain triglyceride; LCT) dan trigliserida rantai medium (medium chain triglyceride; MCT) yang akan dipecah dalam tubuh menjadi asam lemak dan gliserol oleh enzim lipase. Saat ini, metabolisme diet keto MCT, terutama asam lemak dekanoik dan oktanoik (10 dan 8 rantai karbon), dianggap lebih baik dan lebih efisien dibandingkan LCT. Lemak MCT akan langsung diserap di usus dan masuk ke aliran darah ke vena porta di hati, di mana lemak akan segera diubah jadi badan keton. Sementara itu, lemak LCT harus dibentuk menjadi struktur bernama kilomikron dahulu di usus, dan kemudian diserap melalui pembuluh limfatik, bukan pembuluh darah. Pembuluh limfatik akan membawa lemak dari LCT ke jaringan lemak di seluruh tubuh. Nantinya, ketika dibutuhkan, asam lemak baru akan dibawa ke hati untuk dioksidasi.

MCT bisa didapatkan dari minyak nabati, seperti minyak kelapa, tetapi hanya 7 sampai 12 persen minyak kelapa yang berupa MCT dengan 8 dan 10 rantai karbon (caprylic acid dan capric acid). Sebagian besar dari minyak kelapa merupakan minyak dengan rantai karbon lebih panjang, seperti lauric acid dengan 12 rantai karbon. Oleh karena itu, makanan hewan komersil biasa menggunakan MCT yang sudah dimurnikan.

Skema produksi ATP dari glukosa dan badan keton (beta-hidroksibutirat). Badan keton tidak perlu melewati proses glikolisis seperti glukosa (sumber: May & Laflamme, 2009)

Selain untuk mencegah gangguan kognitif pada hewan tua, MCT dalam makanan juga sering digunakan untuk penanganan epilepsi pada anjing dan kucing, sama seperti pada manusia. Saya tidak menyebut diet keto karena sebenarnya, sejauh ini belum ada padanan persis diet keto pada anjing dan kucing. Sejauh ini, tidak ada penelitian menggunakan “diet keto” yang mengukur kejadian ketosis — ditandai dengan adanya badan keton dalam urin — pada anjing dan kucing, tetapi banyak yang menggunakan MCT, sehingga bisa dikatakan mirip diet keto. Kebanyakan penelitian menggunakan kadar MCT yang bervariasi. Umumnya, makanan mengandung MCT setidaknya 5,5 persen berat kering, tetapi ada juga yang sampai 15 persen. Tentu ini masih jauh dari kadar lemak normal dalam diet keto manusia.

Belum diketahui pasti bagaimana mekanisme sebenarnya diet keto dapat membantu pengidap epilepsi. Dalam beberapa penelitian dalam review oleh , penambahan MCT pada anjing dan kucing meningkatkan kadar beta-hidroksibutirat (BHB) dalam darah, mengkonfirmasi bahwa MCT dapat meningkatkan produksi badan keton. Ada juga yang menemukan peningkatan kadar asam lemak tidak jenuh pada otak. Makanan dengan MCT juga tercatat memperbaiki hasil tes kognisi dan mengurangi kejadian kejang pada anjing dengan epilepsi. Sejauh ini, tidak ada artikel jurnal yang membahas efek MCT terhadap metabolisme. Lengkapnya, ada artikel review yang merangkum penelitian diet keto pada anjing dan kucing. Perlu diketahui, kebanyakan penelitian dilakukan dengan sponsor perusahaan makanan hewan, sehingga ada potensi bias dalam penelitian-penelitian tersebut. Selain itu, tidak semua penelitian memiliki metodologi yang baik. Untuk penelitian dengan hasil cenderung subjektif, keberadaan kelompok kontrol dengan plasebo dan blinding menjadi penting, tetapi ada penelitian yang tidak menggunakan plasebo.

Walaupun anjing dan kucing tidak mencapai kondisi ketosis yang sama persis dengan manusia, hasil penelitian mendukung bahwa “diet keto” dapat bermanfaat pada anjing dan kucing. Namun, diet keto pada anjing dan kucing bukan tanpa risiko. Diet keto pada manusia mengharuskan 80 sampai 90 persen kalori berasal dari lemak. Ini melebihi batas yang ditetapkan National Research Council, yaitu 70 persen (walau sejauh ini belum ada penelitian yang membuat diet keto anjing kucing sampai sebegininya). Kelebihan lemak dapat membawa efek samping pada tubuh, seperti pankreatitis dan hiperlipidemia pada anjing dan obesitas dan diare pada anjing dan kucing. Pada manusia, konsumsi diet keto dikaitkan dengan kerjadian asidosis (kondisi tubuh menjadi asam), konstipasi, diare, hiperlipidemia, dan hipoglikemia. Konstipasi sering terjadi karena kurangnya konsumsi serat dan karbohidrat.

Karena sebagian besar nutrisi dalam diet keto adalah lemak, manusia atau hewan yang mengonsumsi diet keto mudah mengalami defisiensi nutrisi, khususnya vitamin dan mineral. Ini yang menjadi daya tarik MCT juga dibanding LCT. Karena penyerapan dan penggunaan MCT lebih efisien, kadar MCT yang diperlukan dalam diet lebih sedikit sehingga zat lain bisa lebih banyak dimasukkan dalam diet, meliputi protein, karbohidrat, vitamin, dan mineral. Kalau bicara dalam konteks diet keto hewan, seharusnya produsen makanan yang bertanggung jawab memastikan makanannya tetap lengkap dan seimbang, mengandung semua zat yang diperlukan dalam jumlah yang sesuai.

Cover image by chandler85 on Freepik

Referensi

Dhamija, R., Eckert, S., & Wirrell, E. (2013). Ketogenic Diet. Canadian Journal of Neurological Sciences / Journal Canadien Des Sciences Neurologiques40(2), 158–167. https://doi.org/10.1017/S0317167100013676

Hartman, A. L., Gasior, M., Vining, E. P. G., & Rogawski, M. A. (2007). The Neuropharmacology of the Ketogenic Diet. Pediatric Neurology36(5), 281–292. https://doi.org/10.1016/j.pediatrneurol.2007.02.008

Martin-McGill, K. J., Bresnahan, R., Levy, R. G., & Cooper, P. N. (2020). Ketogenic diets for drug-resistant epilepsy. Cochrane Database of Systematic Reviews2020(6). https://doi.org/10.1002/14651858.CD001903.pub5

May, K. A., & Laflamme, D. P. (2019). Nutrition and the aging brain of dogs and cats. Journal of the American Veterinary Medical Association255(11), 1245–1254. https://doi.org/10.2460/javma.255.11.1245

Vendramini, T. H. A., Amaral, A. R., Rentas, M. F., Nogueira, J. P. D. S., Pedrinelli, V., De Oliveira, V. V., Zafalon, R. V. A., & Brunetto, M. A. (2024). Ketogenic diets: A systematic review of current scientific evidence and possible applicability in dogs and cats. Journal of Animal Physiology and Animal Nutrition108(2), 541–556. https://doi.org/10.1111/jpn.13913

Leave a comment