Apakah Pemberian Kolagen Bermanfaat untuk Hewan?

Kolagen adalah salah satu tren makanan manusia yang ikut terbawa ke hewan peliharaan. Seperti kebanyakan suplemen, banyak informasi yang dilebih-lebihkan dalam marketing kolagen. Mengenal kolagenKita semua (termasuk anjing dan kucing) punya kolagen yang sangat banyak di tubuh kita, terutama di tulang, tendon (pertautan otot dengan tulang), ligamen (pertautan tulang dengan tulang), dan kulit. Kolagen adalah … Continue reading Apakah Pemberian Kolagen Bermanfaat untuk Hewan?

Kolostrum untuk Kucing dan Anjing: Kapan Perlu dan Tidak Perlu?

Hype kolostrum bukan hanya naik panggung di pasar kesehatan manusia, tetapi juga hewan peliharaan. Sayangnya, masih banyak kesalahpahaman soal kolostrum. Kolostrum memang berguna, bahkan sangat penting, dalam keadaan tertentu, tetapi kolostrum yang penting ini sangat berbeda dengan kolostrum yang banyak dijual. Kolostrum yang dijual justru lebih sering tidak berguna.

FIP: Ketika Sistem Imun Mencelakakan

Feline Infectious Peritonitis (FIP) adalah mimpi buruk pemilik kucing (dan dokter hewan yang menangani kucingnya). Sampai beberapa tahun terakhir, diagnosis FIP sama saja vonis mati karena FIP tidak ada obatnya. Namun, sekitar 3 tahun terakhir, mulai muncul harapan. FIP ada obatnya, tetapi kenyataannya tetap tidak seindah itu. Pertama, obat tersebut masih sulit didapat karena masalah … Continue reading FIP: Ketika Sistem Imun Mencelakakan

Sudah Amankah Fosfor dalam Makanan Hewanmu?

Saya sering dengar mitos kalau makanan kucing yang aman itu kadar magnesiumnya di bawah 0,09%. Di atas itu, makanan dianggap berpotensi menyebabkan FLUTD. Saya sudah bahas kenapa ini mitos di artikel ini. Daripada mempermasalahkan magnesium, ada mineral yang lebih bisa “membahayakan” saluran kemih, yaitu fosfor. Fosfor mungkin tidak seterkenal magnesium, tetapi fosfor juga bisa berperan … Continue reading Sudah Amankah Fosfor dalam Makanan Hewanmu?

Kenali Rasa Sakit Kucing dari Wajahnya

Mengasuh kucing sakit bisa jadi lebih susah daripada merawat anak karena kucing tidak bisa mengadu kalau merasa sakit. Padahal, sangat penting untuk mengetahui apabila kucing merasakan sakit agar bisa diperiksakan ke dokter hewan dan ditangani selagi belum ada gejala yang lebih parah. Untungnya, kucing yang sakit umumnya menunjukkan bahasa tubuh tertentu yang bisa kita baca. Dengan memperhatikan wajah dan tubuh kucing, kita bisa mengetahui seberapa besar rasa sakit yang dialami kucing dan memberi penanganan yang semestinya.

Mitos Jamur pada Hewan: Suntik Jamur

Beberapa orang mengobati jamur dengan kunyit, tapi buat sebagian orang, mengobati jamur kulit (dermatofita) pada hewan belum afdal kalau disuntik. Rasanya, ada yang kurang kalau sekadar diberi obat oles dan obat makan. Atau mungkin, pemilik mencari alternatif suntik karena kesulitan memberi makan obat ke hewannya. Beberapa penyedia layanan kesehatan hewan (dokter hewan dan dokter-dokteran) juga menyediakan jasa suntik jamur. Di sisi lain, banyak juga dokter hewan yang bilang bahwa suntik jamur itu tidak ada. Bagaimana fakta sebenarnya?

Mitos Jamur pada Hewan: Kunyit

Jamuran adalah penyakit kulit langganan di kucing dan anjing. Saking langganannya, beberapa orang jadi kreatif mencari cara mengobati kucingnya dengan cara apa pun selain ke dokter hewan. Cara demikian yang paling umum adalah virgin coconut oil (VCO), yang sudah pernah saya bahas, dan kunyit, yang lebih ngetren baru-baru ini. Bagaimana pandangan sains soal kunyit sebagai obat jamur?