Sekarang, jika kucing atau anjing mengalami gejala parvovirus (panleukopenia pada kucing) diare, muntah, dan tidak mau makan, insting pertama pemilik hewan adalah menyuap makan dengan spoit tanpa jarum. Belum terlalu lama sebelumnya, saran yang umum dilakukan justru sebaliknya; jangan memberi makan dan biarkan saluran cerna mereka beristirahat. Saran ini berubah seiring banyaknya bukti ilmiah yang … Continue reading Kucing Panleukopenia, Anjing Parvo, Bagaimana Memberi Makan Mereka?
Tidak, Kucingmu Tidak Membawakanmu Hadiah
Beberapa kucing senang memburu hewan yang lebih kecil (atau mengambil makanan tetangga) lalu membawanya pulang ke kaki pemiliknya. Kemudian, pemiliknya bisa jadi terkejut, jijik, atau malah bangga karena kucingnya bisa “mencari nafkah” atau “membawa hadiah” untuk pemiliknya. Sayangnya, mereka tidak membawa pulang hadiah karena peduli pada pemilinya. Mereka tidak peduli sama sekali.
Pet Food Bikin Kanker? Mengenal Reaksi Maillard
“Makanan komersil bikin (kanker, diabetes, obesitas, penyakit kronis)!" Klaim seperti ini sering disebut oleh pengguna diet alternatif (seperti homemade food dan raw food). Ada cukup banyak bukti epidemiologis yang tersedia untuk mendukung atau membantahnya, tetapi bukan itu yang ingin saya bahas saat ini. Yang ingin saya bahas: jika memang makanan kering atau komersil menyebabkan berbagai penyakit, bagaimana prosesnya?
Kesalahan Memberi Makan Anjing & Kucing Bunting, Menyusui, dan Anakan
Setelah melahirkan dan menyusui, induk anjing atau kucing sering menjadi kurus dan rambutnya rontok. Bahkan, dalam beberapa kasus, mereka sampai meninggal karena malnutrisi. Kebutuhan nutrisi pada masa reproduksi dan menyusui tidak bisa disamakan dengan kucing dewasa. Pada masa-masa ini, kebutuhan nutrisi sangat demanding. Sayangnya, banyak pemilik hewan yang belum tahu apa yang membedakan kebutuhan nutrisi mereka, sehingga sering terjadi kesalahan berikut.
Keseraman Pengawet dalam Pet Food
Bagaimana makanan hewan komersil kering maupun basah bisa bertahan berbulan-bulan hingga bertahun-tahun? Pasti ada pengawetnya! Dari kecil, kita (atau saya, sih) sering dengar kalau pengawet dalam makanan itu berbahaya, bisa menyebabkan kanker. Di makanan hewan pun, desas-desus serupa sering terdengar. Jika ini benar, tentu berbahaya sekali, mengingat anjing atau kucing makan makanan komersil setiap hari dalam porsi besar, bukan seperti kita yang makan cemilan hanya sesekali.
Suplemen Glukosamin untuk FLUTD: Apa Bukti Ilmiahnya?
Susah kencing atau FLUTD adalah salah satu penyakit langganan kucing Indonesia. Selama pengobatan, seringkali kucing juga diberi suplemen glukosamin untuk mempercepat persembuhan. Suplemen ini tidak murah; salah satu merk suplemen GAG untuk kucing FLUTD harganya harganya di atas 10 ribu rupiah per kapsul. Karena itu, penting untuk tahu apakah suplemen ini benar-benar bermanfaat.
Stop Baca Persentase Protein di Makanan Hewanmu
Saya sering dengar kalau persentase protein di bisa jadi penentu bagus tidaknya makanan hewan. Saya tidak terlalu peduli berapa persentase protein atau protein kasar, dan saran saya, kamu juga tidak perlu peduli. Kalau masih dalam satu merk, membandingkan persentase protein mungkin masih ada gunanya, tapi kalau berbeda merk, lupakan saja. Tidak ada gunanya. Kenapa?
Memberi Treats dengan Aman
Sama seperti manusia, hewan peliharaan kita suka tidak tahan dengan godaan treats (aka snack). Kadang, mereka tergoda separah itu, sampai mereka tidak nafsu makan makanan aslinya. Apakah ini bahaya? Jelas. Kebanyakan treats nutrisinya tidak lengkap dan seimbang. Bagaimana seharusnya kita memberi treats tanpa mengacaukan asupan nutrisi mereka?
Plasma Konvalesen untuk Anjing dan Kucing?
Plasma konvalesen. Akhir-akhir ini, kata tersebut sering muncul sebagai salah satu opsi pengobatan COVID-19. Plasma adalah bagian darah yang mengandung antibodi, sehingga diharapkan pasien penderita COVID-19 bisa membaik jika diberi plasma dari penyintas yang punya antibodi terhadap virus SARS-CoV-2. Meski begitu, penggunaan plasma konvalesen sepertinya tidak membawa banyak manfaat dalam pandemi ini (1).Namun, saya tidak … Continue reading Plasma Konvalesen untuk Anjing dan Kucing?
Tempe Untuk Kucing Diare? Boleh Saja, Kalau …
Kucing di Indonesia unik-unik. Mereka satu-satunya populasi kucing dunia yang makan tempe. Bahkan, di sini, tempe bisa sekalian jadi obat diare. Praktik ini cukup mengundang kontroversi, baik di kalangan pemilik kucing maupun dokter hewan. Bagaimana pengetahuan kita saat ini tentang tempe, kucing, dan diare memandang praktik pemberian tempe sebagai obat diare kucing?
