Parvovirus masih menjadi momok menakutkan bagi anjing dan kucing (penyebab panleukopenia di kucing termasuk golongan parvovirus juga) di Indonesia karena tingkat kematiannya yang tinggi. Pengobatan infeksi parvovirus biasanya berupa terapi simptomatis berdasarkan gejala yang muncul karena belum ada antivirus yang mujarab. Terapinya biasa mencakup terapi cairan atau infus, antimuntah, antibiotik, mungkin beberapa suplemen, dan terapi … Continue reading Manfaat Filgrastim (G-CSF) untuk Kasus Parvovirus dan Panleukopenia?
Kucing yang Tidak Sembuh-Sembuh dari Flu
Flu adalah salah satu keluhan paling umum di klinik hewan. Kebanyakan kucing yang kena flu akan sembuh dengan atau bahkan tanpa diobati, tetapi ada sebagian kecil kucing yang terus-terusan mengeluarkan ingus walau sudah bolak-balik ke dokter hewan. Beberapa kucing mungkin membaik saat diobati, tapi begitu berhenti makan obat, flunya kembali. Ada beberapa hal yang dapat … Continue reading Kucing yang Tidak Sembuh-Sembuh dari Flu
Feline Asthma: Kucing Juga Bisa Bengek?
Sama seperti manusia, kucing juga bisa terkena asma. Bahkan, kucing adalah satu-satunya hewan domestik yang diketahui bisa terkena asma. Asma bukan penyakit yang langka di kucing; prevalensinya diperkirakan sekitar 1% sampai 5%. Artinya, 1 dari 20 sampai 100 kucing berisiko mengalami asma. Sayangnya, kondisi ini sering tidak terdiagnosis dengan baik, padahal asma dapat menurunkan kualitas … Continue reading Feline Asthma: Kucing Juga Bisa Bengek?
Kolostrum untuk Kucing dan Anjing: Kapan Perlu dan Tidak Perlu?
Hype kolostrum bukan hanya naik panggung di pasar kesehatan manusia, tetapi juga hewan peliharaan. Sayangnya, masih banyak kesalahpahaman soal kolostrum. Kolostrum memang berguna, bahkan sangat penting, dalam keadaan tertentu, tetapi kolostrum yang penting ini sangat berbeda dengan kolostrum yang banyak dijual. Kolostrum yang dijual justru lebih sering tidak berguna.
Waspada Diagnosis Palsu Alergi
Lupakan mesin-mesin canggih. Mendiagnosis alergi pada kucing dan anjing tidak butuh alat khusus apapun. Kebanyakan alat diagnosis alergi justru tidak berguna. Sayangnya, ini tidak berarti diagnosis alergi adalah hal yang mudah. Diagnosis alergi, apalagi alergi lingkungan, justru sangat kompleks.
FIP: Ketika Sistem Imun Mencelakakan
Feline Infectious Peritonitis (FIP) adalah mimpi buruk pemilik kucing (dan dokter hewan yang menangani kucingnya). Sampai beberapa tahun terakhir, diagnosis FIP sama saja vonis mati karena FIP tidak ada obatnya. Namun, sekitar 3 tahun terakhir, mulai muncul harapan. FIP ada obatnya, tetapi kenyataannya tetap tidak seindah itu. Pertama, obat tersebut masih sulit didapat karena masalah … Continue reading FIP: Ketika Sistem Imun Mencelakakan
Bolehkah Memberi Imboost ke Hewan?
Imboost adalah suplemen imun yang cukup terkenal di Indonesia. Walaupun Imboost adalah suplemen manusia dan cuma terdaftar untuk manusia, Imboost juga sering diberikan ke hewan. Praktik ini tidak lepas dari kontroversi, tetapi saya coba kumpulkan data dari berbagai sumber ilmiah sebelum menyimpulkan: bolehkan ngasih Imboost ke hewan? Dan adakah manfaatnya?
Plasma Konvalesen untuk Anjing dan Kucing?
Plasma konvalesen. Akhir-akhir ini, kata tersebut sering muncul sebagai salah satu opsi pengobatan COVID-19. Plasma adalah bagian darah yang mengandung antibodi, sehingga diharapkan pasien penderita COVID-19 bisa membaik jika diberi plasma dari penyintas yang punya antibodi terhadap virus SARS-CoV-2. Meski begitu, penggunaan plasma konvalesen sepertinya tidak membawa banyak manfaat dalam pandemi ini (1).Namun, saya tidak … Continue reading Plasma Konvalesen untuk Anjing dan Kucing?
Makanan Hewan yang Mengandung Antibodi Telur, IgY
Sebelumnya, saya pernah membahas bagaimana tidak bergunanya suplemen penambah imun yang berbahan dasar antibodi, karena prinsip kerjanya bertentangan dengan imunologi dasar. Namun, ada beberapa produk makanan hewan ternama yang mengandung antibodi. Apakah makanan-makanan ini juga tidak berguna, sama seperti suplemen antibodi?
Suplemen Antibodi, Bisa Pengaruhi Imun?
Beberapa waktu lalu, saya melihat sebuah produk suplemen imun untuk hewan. Bahannya? Antibodi dari telur (imunoglobulin Y, IgY). Harganya mahal, lebih mahal dari transfer factor, yang menurut saya sudah mahal. Setelah membaca detil produk tersebut—penjelasan dan penelitiannya, saya mengernyitkan dahi. Terlalu banyak pertanyaan yang tidak terjawab dalam pikiran saya tentang kerja produk ini.
