Di kesehatan manusia, cranberry cukup terkenal sebagai bagian terapi infeksi saluran kemih (urinary tract infection, UTI). Masalah saluran kemih juga tidak asing di anjing dan kucing dan ide untuk menggunakan cranberry dalam manajemennya juga sudah diadopsi oleh beberapa pet food dan suplemen hewan. Namun, apakah ada bukti kuat bahwa cranberry memang bermanfaat untuk saluran kemih hewan?

Bagaimana cranberry bekerja

Secara teoretis, cranberry memang bisa bekerja melawan infeksi saluran kemih melalui beberapa mekanisme. Pertama, cranberry mengandung zat proanthocyanidin A, sementara berry lain mengandung proanthocyanidin B. Zat yang unik dalam cranberry ini secara in vitro (di lab) terbukti dapat mencegah perlekatan bakteri, khususnya Eschericia coli ke sel di dinding saluran kemih. Bakteri yang tidak bisa melekat tidak bisa menginfeksi saluran kemih. Sebenarnya, teori ini cukup diragukan bekerja juga di tubuh manusia hidup, karena molekul proanthocyanidin berukuran besar dan susah diserap secara utuh. Namun, tetap ada kemungkinan sebagian kecil terserap dan bekerja melawan bakteri di saluran kemih (1).

Kedua, zat asam quinic acid dan hippuric acid dalam kranberi diduga dapat mengasamkan urin. Bakteri kurang bisa bertahan hidup di urin yang asam. Ketiga, cranberry mengandung zat antioksidan, antiinflamasi, dan antimikbrobial alami seperti golongan flavonoid dan asam fenolat (1).

Teori mekanisme cranberry dalam mencegah UTI (1)

Bagaimana efektivitasnya pada manusia?

Ada cukup banyak systematic review yang membahas dampak cranberry pada UTI manusia. Namun, saya akan bahas review-nya Cochrane saja, yang memang sering digunakan sebagai acuan untuk panduan klinis.

Ada 2 systematic review terkait cranberry (dalam berbagai sediaan) dan UTI di Cochrane: satu untuk pencegahan UTI dan satu untuk pengobatan UTI. Sampai 2023, ada 50 studi eksperimental mengenai cranberry untuk mencegah UTI yang memenuhi syarat untuk dibahas dalam review. Kesimpulannya, cranberry dapat mencegah UTI dalam beberapa kondisi (wanita dengan UTI berulang, anak-anak, dan orang yang mengalami UTI setelah intervensi), tetapi tidak dalam beberapa kondisi lain (lansia, pasien yang kesulitan mengosongkan kantung kemih, dan ibu hamil). Artinya, efek cranberry untuk mencegah UTI, jika memang ada, cukup terbatas (2).

Keadaannya sangat berbeda dengan penelitian cranberry untuk pengobatan UTI. Sampai 2023, peneliti Cochrane tidak menemukan studi yang memenuhi syarat untuk digunakan dalam systematic review tersebut. Dengan demikian, belum ada kesimpulan mengenai efek cranberry dalam pengobatan UTI (3).

Cranberry untuk anjing dan kucing

Pada umumnya, data penelitian kesehatan anjing dan kucing tidak sebanyak manusia, termasuk untuk cranberry. Baru tahun ini, ahli penyakit infeksius hewan J Scott Weese menerbitkan systematic review yang membahas efektivitas cranberry untuk pencegahan dan pengobatan penyakit saluran kemih di anjing dan kucing (4). Mereka membahas 4 pertanyaan dan mencari literatur yang dapat menjawabnya.

Pertanyaan pertama, apakah suplementasi cranberry dan komponen cranberry mengurangi kejadian bakteriuria (terdapat bakteri di urin) anjing dan kucing? Bakteriuria merupakan syarat terjadinya UTI, tapi tidak semua bakteriuria adalah penyakit yang harus diobati. Dalam banyak kasus, bakteri bisa ada di urin anjing dan kucing sehat (5). Hanya ada satu studi yang menjawab pertanyaan ini. Dalam studi yang menggunakan anjing dengan masalah sumsum tulang belakang tersebut, cranberry tidak memberi efek apa-apa pada bakteriuria. Malahan, kejadian bakteriuria lebih tinggi di anjing yang diberi cranberry, dan studinya dihentikan lebih awal (6)

Pertanyaan kedua dan keempat hampir sama: apakah suplementasi cranberry dan komponen cranberry mengurangi kejadian dan kejadian berulang bacterial cystitis anjing dan kucing? Pertanyaan ini juga hanya bisa dijawab satu studi. Mereka membandingkan efek pemberian cranberry selama 6 bulan dengan pemberian antibiotic cephalexin selama 14 hari pada 12 anjing dengan riwayat UTI. Pengamatan dilakukan selama 6 bulan tetapi tidak ada anjing yang mengalami UTI sepanjang pengamatan, sehingga tidak ada Kesimpulan yang bisa diambil juga (7).

Pertanyaan ketiga: apakah cranberry dan komponen cranberry meningkatkan resolusi atau kesembuhan bakteriuria dan bacterial cystitis pada anjing dan kucing? Lagi-lagi, hanya ada satu studi yang memenuhi syarat. Studi tersebut membandingkan perkembangan 16 kucing dengan cystitis yang diberi antibiotik enrofloxacin saja dengan enrofloxacin plus suplemen cranberry dan kulit jeruk. Semua kucing pada kedua kelompok merespon pengobatan, sehingga hasilnya tidak bisa dibandingkan (8).

Berdasarkan hasil-hasil tersebut, Dr Weese menyimpulkan data yang ada masih terbatas dan merupakan knowledge gap penting dalam manajemen UTI pada anjing dan kucing. Saat ini, belum ada kesimpulan yang bisa diambil mengenai peran cranberry dalam pengobatan dan pencegahan UTI pada anjing dan kucing.

Berbagai suplemen cranberry untuk anjing dan kucing

UTI pada Anjing dan Kucing

Satu hal yang cukup perlu diperhatikan adalah perbedaan spesies antara manusia dengan hewan. UTI cukup umum pada manusia dan anjing yang mengalami masalah saluran kemih. Beberapa laporan menyebutkan angka positif kultur bakteri di anjing lebih tinggi daripada kucing (9,10), bahkan 14% anjing akan mengalami UTI setidaknya sekali dalam hidupnya (11). UTI juga sangat berhubungan erat dengan urolithiasis (kencing batu) di anjing. Namun, di kucing, keadaannya agak lebih kontroversial.

Pemilik kucing pasti sudah tidak asing dengan istilah feline lower urinary tract disease (FLUTD). FLUTD sebenarnya bukan penyakit, tetapi istilah yang memayungi beberapa penyakit dengan gejala mirip-mirip: susah kencing, kencing berdarah, sakit saat kencing, dan sebagainya. Dalam banyak studi, kebanyakan kasus FLUTD tidak diketahui jelas penyebabnya dan digolongkan sebagai feline idiopathic cystitis (FIC). Sebaliknya, infeksi bakteri seringkali dilaporkan sangat jarang menjadi penyebab FLUTD. Konsensus terbaru (2025) iCatCare menyebut UTI hanya terjadi pada kurang dari 3% kucing dewasa sehat yang terkena FLUTD, tetapi memang lebih tinggi pada kucing dengan CKD dan kucing tua. Berbeda dengan anjing, kebanyakan kasus kencing batu di kucing tidak ada sangkut paut dengan bakteri (steril).

Di Asia Tenggara, beberapa studi melaporkan kejadian UTI yang lebih tinggi, misalnya 52,45% di Malaysia (12), 25,3% di Yogyakarta, Indonesia (13), dan 11% di Thailand (14). Namun, studi-studi ini memiliki kelemahan fatal dalam metodologi, terutama karena pengambilan sampel yang tidak selalu menggunakan sistosentesis, tetapi juga dengan kateterisasi. Karena itu, kita tidak tahu angka yang tinggi ini apakah memang karena kejadian UTI yang lebih tinggi atau kontaminasi karena pengambilan sampel.

Terlepas dari itu, hampir semua studi di kucing menyatakan kebanyakan FLUTD tidak disebabkan infeksi. Implikasinya, manfaat cranberry sebagai zat antibakteri mungkin tidak terlalu relevan. Memang efek lainnya, seperti pengasaman urin, masih bisa bermanfaat, tapi hal ini perlu dibuktikan lebih lanjut.

Cranberry dalam pet food

Jika cranberry memang bermanfaat, kita harus tahu juga berapa dosis efektifnya. Pemberian di bawah dosis efektif akan sia-sia. Dosis ini akan dicapai dengan mudah jika cranberry diberikan dalam sediaan obat seperti tablet atau kapsul, tetapi akan lebih rumit jika dijadikan tambahan dalam pet food.

Salah satu pet food yang mengandung blueberry

Belum ada studi yang meneliti kandungan cranberry dalam pet food, tetapi kita bisa lihat saudaranya, blueberry. Blueberry sudah banyak digunakan dalam pet food sebagai antioksidan, tetapi dari 40 makanan anjing dan kucing yang dianalisis pada tahun 2025, zat antioksidannya hampir tidak ada sama sekali dan dengan demikian tidak mungkin bermanfaat. Berbagai faktor bisa berperan di sini, mulai dari jumlah blueberry yang memang sedikit, efek pemrosesan dan pemanasan, dan interaksi dengan bahan lain (15). Kemungkinan besar, kondisinya tidak jauh berbeda dengan pet food yang mengklaim mengandung cranberry.

Penutup

Saat ini, belum ada bukti yang mendukung efektivitas cranberry dalam pengobatan dan pencegahan gangguan saluran kemih pada anjing dan kucing. Walaupun tampaknya aman dan tidak dilarang untuk digunakan sebagai suplemen jika mau, kita belum bisa banyak berharap dengan suplementasi cranberry. Tentu, cranberry belum bisa menggantikan moda terapi lain dalam gangguan saluran kemih anjing dan kucing, seperti antibiotik, antinyeri, dan modifikasi lingkungan.

Referensi

1.             Jangid H, Shidiki A, Kumar G. Cranberry-derived bioactives for the prevention and treatment of urinary tract infections: antimicrobial mechanisms and global research trends in nutraceutical applications. Front Nutr. 2025 Feb 26;12:1502720. doi:10.3389/fnut.2025.1502720

2.             Williams G, Stothart CI, Hahn D, Stephens JH, Craig JC, Hodson EM. Cranberries for preventing urinary tract infections. Cochrane Kidney and Transplant Group, editor. Cochrane Database Syst Rev. 2023 Nov 10;2023(11). doi:10.1002/14651858.CD001321.pub7

3.             Jepson R, Mihaljevic L, Craig J. Cranberries for treating urinary tract infections. Cochrane Database Syst Rev. 2023;(12). Located at: CD001322. doi:10.1002/14651858.CD001322.pub2

4.             Weese JS, Weese HE. Effectiveness of Cranberry Supplementation for Prevention and Treatment of Infectious Urinary Tract Disease in Dogs and Cats: A Systematic Review. J Vet Pharmacol Ther. 2026 Mar;49(2):102–9. doi:10.1111/jvp.70050

5.             Weese JS, Blondeau J, Boothe D, Guardabassi LG, Gumley N, Papich M, et al. International Society for Companion Animal Infectious Diseases (ISCAID) guidelines for the diagnosis and management of bacterial urinary tract infections in dogs and cats. Vet J. 2019 May;247:8–25. doi:10.1016/j.tvjl.2019.02.008

6.             Olby NJ, Vaden SL, Williams K, Griffith EH, Harris T, Mariani CL, et al. Effect of Cranberry Extract on the Frequency of Bacteriuria in Dogs with Acute Thoracolumbar Disk Herniation: A Randomized Controlled Clinical Trial. J Vet Intern Med. 2017 Jan 1;31(1):60–8. doi:10.1111/jvim.14613

7.             Chou HI, Chen KS, Wang HC, Lee WM. Effects of cranberry extract on prevention of urinary tract infection in dogs and on adhesion of Escherichia coli to Madin-Darby canine kidney cells. Am J Vet Res. 2016 Apr;77(4):421–7. doi:10.2460/ajvr.77.4.421

8.             Shulzhenko NM, Chernenko ОМ, Holubyev OV, Bordunova ОG, Suslova NI. Clinical-diagnostic criteria and peculiarities of treatment of urocystitis in cats. Regul Mech Biosyst. 2019 Mar 3;10(1):26–31. doi:10.15421/021904

9.             Thassakorn P, Sukon P, Phuektes P, Fungbun N. Prevalence of Bacterial Urinary Tract Infections in Dogs and Cats with Lower Urinary Tract Diseases and Other Illnesses: A Systematic Review and Meta-Analysis. Animals. 2025 Nov 30;15(23):3456. doi:10.3390/ani15233456

10.          Hernando E, Vila A, D’Ippolito P, Rico AJ, Rodon J, Roura X. Prevalence and Characterization of Urinary Tract Infection in Owned Dogs and Cats From Spain. Top Companion Anim Med. 2021 Jun;43:100512. doi:10.1016/j.tcam.2021.100512

11.          Ling GV. Therapeutic strategies involving antimicrobial treatment of the canine urinary tract. J Am Vet Med Assoc. 1984 Nov 15;185(10):1162–4. doi:10.2460/javma.1984.185.10.1162

12.          Mazda D, Lau SF, Omar S. Clinical investigation of feline lower urinary tract disease, pathogenic bacteria and their antibiotic sensitivity at University Veterinary Hospital, Universiti Putra Malaysia. Thai J Vet Med. 2024 Aug 15;53(2):187–96. doi:10.56808/2985-1130.3297

13.          Nururrozi A, Yanuartono Y, Sivananthan P, Indarjulianto S. Evaluation of lower urinary tract disease in the Yogyakarta cat population, Indonesia. Vet World. 2020;13(6):1182–6. doi:10.14202/vetworld.2020.1182-1186

14.          Piyarungsri K, Tangtrongsup S, Thitaram N, Lekklar P, Kittinuntasilp A. Prevalence and risk factors of feline lower urinary tract disease in Chiang Mai, Thailand. Sci Rep. 2020 Jan 13;10(1):196. doi:10.1038/s41598-019-56968-w

15.          Kosmal PAL, Dilger RN, Bauer L, Saunders-Blades J, Shoveller AK. A “berry” small inclusion: 40 types of commercial dog and cat kibble with added blueberries provide low levels of quercetin, free phenolics, and alkali-labile phenolics. J Anim Sci. 2025 Jan 4;103:skaf258. doi:10.1093/jas/skaf258

Leave a Reply